Perayaan tahun baru adalah hal paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Bahkan hampir seluruh masyarakat di seluruh dunia antusias untuk menyambut pergantian tahun baru masehi. Namun tahukah Anda sejarah tahun baru masehi? Jika belum, berikut penjelasannya pada artikel ini.
Pelopor Perayaan Tahun Baru Masehi
Sejarah tahun baru masehi identik masyarakat Mesopotamia karena masyarakat ini yang mempeloporinya pada sekitar 2000 tahun SM. Masyarakat ini merayakan pergantian tahun saat matahari tepat berada di atas khatulistiwa atau yang sekarang terjadi di setiap tanggal 20 maret.
Pada perayaan pergantian tahun oleh masyarakat Mesopotamia dilakukan beberapa ritual. Salah satunya yaitu Akitu yang merupakan festival keagamaan besar selama 11 hari dengan aktivitas yang berbeda-beda.
Menurut masyarakat ini, perayaan tahun baru merupakan bentuk penghargaan terhadap kemenangan dewa langit mardik saat melawan dewi tiamat yang jahat. Adapun perayaan seperti ini terus berkembang hingga perayaan tahun baru seperti sekarang ini.
Kenapa Tahun Baru Masehi Tanggal 1 Januari?
Seperti yang diketahui bahwa tahun baru masehi dirayakan setiap tanggal 1 Januari. Adapun sejarah penetapan tahun baru masehi ini oleh bangsa Romawi Kuno, khususnya pada Kekaisaran Romawi bernama Julius Caesar.
Sekedar informasi, sebelum penetapannya ini, pendiri Roma bernama Romulus menetapkan penanggalan Masehi terdiri dari 10 bulan. Nah baru di abad ke-8 sebelum Masehi, seorang bernama Numa Pompilius menambah dua bulan baru sehingga totalnya menjadi 12 bulan.
Dalam penetapan tanggal 1 Januari, ini Julius Caesar berkonsultasi dengan ahli astronomi dan matematika, hingga terbentuklah bulan 1 Januari sebagai tahun baru masehi. Adapun nama Januari berasal dari kata Janus yang terinspirasi dari dewa Janus yang memiliki kemampuan melihat masa lalu dan masa depan.
Hal ini terbukti dengan adanya persembahan pada dewa saat bangsa Romawi merayakan tahun baru. Tidak hanya itu, pada masa itu juga ada kegiatan bertukar hadiah dan mendekorasi rumah untuk merayakan tahun baru.
Perayaan Tahun Baru di Berbagai Belahan Dunia
Setelah mengetahui sejarah tahun baru masehi tersebut, sebaiknya Anda tahu juga perayaannya. Adapun perayaan tahun baru di berbagai belahan dunia terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Namun perayaan tahun baru akan terjadi mulai dari 31 Desember hingga dini hari tanggal 1 Januari.
Adapun dalam perayaan tahun baru akan identik dengan pesta kembang api. Namun tidak menutup kemungkinan ada juga yang merayakan tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga seperti di Indonesia.
Spanyol memiliki cara yang berbeda dalam merayakan tahun baru. Mereka akan merayakan tahun baru dengan memakan selusin buah anggur yang melambangkan harapan mereka untuk satu tahun yang akan datang.
Berbeda halnya dengan negara Austria dan Hungaria yang merayakan tahun baru dengan menyantap babi bersama. Kegiatan memakan babi bersama ini untuk mewakili kemajuan dan kemakmuran.
Ini tentunya sangat berbeda dengan tradisi masyarakat Romawi yang biasanya akan memberikan hadiah pada tahun baru. Bahkan hadiah yang mereka berikan pun sangat unik namun penuh makna, misalnya ranting dari pohon-pohon keramat, atau perak dan emas, yang melambangkan keberuntungan.
Sudah Tahu Sejarah Tahun Baru Masehi?
Perayaan tahun baru ternyata berbeda di setiap negara. Anda juga bisa membuat perayaan tahun baru sesuai dengan versi sendiri. Jika Anda membutuhkan kalender sebagai pengingat tahun baru, bisa coba jasa jagoankalender.com.
Jagoan Kalender adalah penyedia jasa cetak kalender dengan harga yang memuaskan. Di tempat ini Anda tidak hanya akan mendapatkan gratis desain, tetapi juga gratis ongkir untuk setiap pembelian. Apalagi harga yang ditawarkan bisa Anda nego, pastinya akan sangat menguntungkan.
